UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
TUGAS
PENGANTAR TELEMATIKA
KONSEP MODEL MANAJEMEN DATA CLIENT SERVER
Nama &
NPM :
Bayu Prasetyo 11111437
Fajar Ziqqy Sallasa 12111654
Fakultas : Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Jurusan : Sistem Informasi
Kelas :
4KA11
Depok
2015
ABSTRAKSI
Bayu Prasetyo(), Fajar Ziqqy Sallasa
(12111654)
KONSEP MODEL MANAJEMEN DATA CLIENT
SERVER
Client server diaplikasikan pada
aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara
client dan server. Dalam perkembangannya, client server dikembangkan oleh
dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix, Microsoft,
Novell, Oracle, SAP, PeopleSoft, Sun, dan Sybase. Awalnya pengertian client
server adalah sebuah system yang saling berhunungan dalam sebuah jaringan yang
memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi
sebagai server atau biasa disebut 2-Tier. Definisi lain dari client server
adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu
jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri
dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam
suatu jaringan. Sesuai dengan kebutuhan dan juga sarana penunjang yang
dimiliki, pada dasarnya implementasi aplikasi Client/Server tergantung dari
pendistribusian kebutuhan prosesnya.
Kata kunci : manajemen, client
server,
DAFTAR
ISI
JUDUL……………………………………………………………………….i
ABSTRAKSI……………………………………………..…………………i
DAFTAR
ISI………………………………..………………………………ii
BAB I
PENDAHULUAN…….……………………………………………3
1.1 Latar
Belakang………………………….……………………………3
1.2 Tujuan
penulisan……………………………………………………3
1.3 Metode
penulisan …………………………………………………..3
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA………………………….……………….4
2.1 Definisi
Client Server……………..…………………………………4
2.2 Konsep Client
Server………………………….…………………….4
2.3 Karakteristik
Client Server………………………......………………6
2.4 Keuntungan
Client Server ………………………………………….7
2.5 Kelemahan
Client Server …………………………...……………….7
BAB III
PEMBAHASAN……………………………………....…………..8
3.1 Usulan Pola
Implementasi Client Server………………….………..8
3.2 Struktur
Client Server……………………..…………………………8
3.3 Sarana
Penunjang………...………………………………………….9
3.4 Strategi
Pengembangan Aplikasi…………………………………..9
3.5 Sumber Daya
Manusia………..…………………………………….10
3.6 Dukungan
Eksekutif…………………………………………………10
BAB IV
PENUTUP……………………….…………………………………11
4.1
kesimpulan………….……………………………...…………………11
BAB V DAFTAR
PUSTAKA…………………………...…...…………….12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajeman
Data Sisi Client adalah dimana pemrosesan dan pengolahan data terjadi pada sisi
klien, dalam hal ini contohnya adalah user, dan nantinya data tersebut dapat
dikirimkan ke server, atau disinkronisasikan dengan server. Sedangkan Manajemen
Data Sisi Server adalah dimana pemrosesan dan pengolahan terjadi pada sisi
server, baik data itu dikirim dari klien, maupun mengolah data yang telah ada
di server itu sendiri.
Client
server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi
beban proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya, client
server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan,
Informix, Microsoft, Novell, Oracle, SAP, PeopleSoft, Sun, dan Sybase.
Awalnya
pengertian client server adalah sebuah system yang saling berhubungan dalam
sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai
client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier. Definisi lain
dari client server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses
server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah
aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika
mengakses server dalam suatu jaringan.
1.2 Tujuan penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk lebih memahami konsep penerapan manajemen
data client server serta keuntungan dan kelebihan dari penggunaan manajemen
client server.
1.3 Metode penulisan
Metode yang
digunakan dalam pembuatan jurnal ini adalah dengan literature. Yaitu mencari
informasi yang berhubungan dengan konsep penerapan manajemen data client server
dari beberapa sumber, baik itu melalui browsing maupun sumber-sumber literature
tertulis (buku).
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Definisi Client Server
Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta
request dan menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari
komputer yang meminta layanan / request disebut sebagai client dan setiap
instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut
server. Data yang diminta oleh client diambil dari database pada sisi server
(server side) yang sering disebut database server. Client server diaplikasikan
pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading
antara client dan server. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah
sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen
utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau
biasa disebut 2-Tier. Ada beberapa pengertian lagi tentang client-server ini,
tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari
client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu
jaringan.
Manajeman Data Sisi Client adalah dimana pemrosesan dan pengolahan data terjadi
pada sisi klien, dalam hal ini contohnya adalah user, dan nantinya data
tersebut dapat dikirimkan ke server, atau disinkronisasikan dengan server.
Sedangkan Manajemen Data Sisi Server adalah dimana pemrosesan dan pengolahan
terjadi pada sisi server, baik data itu dikirim dari klien, maupun mengolah
data yang telah ada di server itu sendiri.
2.2 Konsep Client Server
Sesuai dengan kebutuhan dan juga sarana penunjang yang dimiliki, pada dasarnya
implementasi aplikasi Client/Server tergantung dari pendistribusian kebutuhan
prosesnya. Oleh sebab itu, pada umumnya definisi implementasi Client/Server
dibagi atas 5 model yaitu:
1.
Distributed Presentation
Implementasi
aplikasi Client/Server dengan model ini, pada dasarnya adalah menterjemahkan
tampilan antar muka aplikasi (layar) yang statis dan kaku pada terminal di
Server (umumnya aplikasi di Mini Komputer ataupun Mainframe), dan membentuk tampilan
antar muka di Client (PC) yang grafikal dan juga dapat mengeksploitasi
fasilitas di Client seperti mouse, layar sentuh, dll.
Hal
ini biasanya dilakukan pada aplikasi yang berjalan di Mainframe atau Mini
komputer, dimana pada dasarnya tidak terjadi perubahan pada aplikasi tersebut
hanya ditambahkan ‘jembatan’ antara layar terminal mainframe dan layar PC
dengan prinsip pemetaan instruksi. Dalam prakteknya, model ini digunakan hanya
untuk menjembatani tampilan kaku dan statis menjadi lebih grafikal, tanpa
merubah proses asli dari aplikasi tersebut dan tampilan dari aplikasi di Server
itu sendiri. Implementasi ini adalah yang paling aman dalam tahap awal
penerapan Client/Server bagi pemakai Mainframe dan Mini komputer, walaupun
bukan cara yang paling efektif.
2.
Remote Presentation
Pada
model ini interaksi antara Client dan Server mulai dilakukan dalam bentuk
pembagian kerja yang baku. Dalam implementasinya, Client akan berfungsi menjadi
pemberi layanan antar muka (alat presentasi informasi) antara pemakai akhir dan
aplikasi, sedang seluruh proses dan manajemen data akan dilakukan di
Server.
Dengan
kata lain Client akan menjadi ‘dialog manager’ antara pemakai dan
aplikasi, dimana dengan jaringan komunikasi data, masukan yang terjadi akan di
sampaikan ke Server untuk diproses, dan tanggapan/response balik dari Server
akan dikembalikan ke jaringan komunikasi data dan ditampilkan oleh Client
sebagai sarana untuk tindak lanjutnya oleh pemakai akhir.
3.
Distributed Logic
Implementasi
model ini telah memanfaatkan sumber daya pemroses yang dimiliki oleh Client.
Sehingga yang menjadi perbedaannya adalah sebagian dari logika/proses aplikasi
akan didelegasikan ke Client, dan presentasi data tetap di Client sepenuhnya.
Dalam model ini akan terjadi pembagian kerja antara Client dan Server yang
berhubungan dengan pengolahan data.
Implementasi
model ini adalah pengembangan dari model sebelumnya, dimana sejalan dengan
meningkatnya kemampuan prosessor pada PC dan juga tersedianya perangkat lunak
PC yang dapat berkolaborasi dengan perangkat lunak di Mainframe. Tapi pada
umumnya aplikasi ini belum memanfaatkan RDBMS sebagai basis datanya.
4.
Remote Data
Model
ini dikembangkan sejalan dengan meningkatnya kemampuan yang dapat dilakukan
oleh PC sebagai Client dari RDBMS. Pada model ini presentasi data dan logika
aplikasi dilakukan seluruhnya di tingkat Client, sedang Server hanya berfungsi
untuk melayani permintaan data dengan kriteria yang ditentukan Client berikut
proses manajemen dari data itu sendiri.
Pada
umumnya implementasi model dilakukan dengan implementasi ‘Relational Database
Management System (RDBMS)’ yang berbasis SQL baik di PC (Client) dan juga di
Mainframe (Server). Dengan berkembangnya kemampuan ini dimungkinkan untuk
membentuk aplikasi Client/Server yang jauh lebih kompleks, dan lebih mudah
digunakan oleh pemakai akhir dengan memakai alat bantu tertentu, dan membentuk
proses yang mendukung hal berikut :
·
Ad Hoc Query/Laporan
·
Decision Support System
·
Executive Information System
·
Business Simulation
Hal
ini sebelumnya sangat sulit dilakukan, sebab komunikasi antara program di
Client dan di Server harus diprogram dan diatur sendiri oleh pemrogram, sedang
pada model ini proses tersebut sudah terintegrasi menjadi satu dengan fasilitas
data manajemen, sehingga lokasi data cenderung transparent kepada
pemakai.
5.
Distributed Data
Model
ini adalah yang paling maju dan canggih dari aplikasi Client/Server. Dimana
data tersebar dalam jaringan komputer dan umumnya dibutuhkan fasilitas
manajemen data yang lebih kompleks. Pada prinsipnya dengan model ini, tidak ada
lagi batas antara Client dan Server, sebab pada saat tertentu Client akan dapat
menjadi Server, dan begitu juga sebaliknya.
Semua
kontrol atas data sudah didelegasikan secara tersebar, sesuai dengan lokasi
kerja yang bertanggung jawab pada data tertentu. Oleh sebab itu, dalam
implementasinya bukan hanya dibutuhkan fasilitas manajemen data yang canggih,
Umumnya penerapan model ini sangat bergantung dari kemampuan RDBMS yang
digunakan, dimana telah memiliki fasilitas Distributed RDBMS (DRBMS) yang
memungkinkan terjadinya komunikasi data bolak balik antara Data Manajer di satu
lokasi dan Data Manajer dilokasi lain, yang bahkan berbeda platform ataupun
produknya. Keuntungan dari model ini, alokasi data dapat dilakukan sesuai
dengan komputer yang menanganinya, tapi keberadaan lokasi dan data tersebut transparent
ke pemakai.
2.3 Karakteristik Client Server
·
Service, Untuk menyediakan layanan
terpisah yang berbeda
·
Shared resource, Server dapat
melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource
.
·
Asymmetrical Protocol, Antara client
dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan
mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi
tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
·
Transparency Location, Proses server
dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client.
Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
·
Mix-and-match, Tidak tergantung pada
platform
·
Message-based-exchange, Antara
client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
·
Encapsulation of service, Message
memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
·
Scalability, sistem C/S dapat
dikembangkan baik secara vertical maupun horizontal
·
Integrity, Kode dan data server
diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.
2.4 Keuntungan Client Server
Ada beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari
penggunaan manajemen data telematika client server ini. Berikut adalah beberapa
keuntungan tersebut :
1.
Client-server mampu menciptakan
aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
2.
Mudah dalam maintenance.
Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
3.
Semua data disimpan di server Server
dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi
saja.
4.
Tempat penyimpanan terpusat, update
data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
5.
Mendukung banyak clients berbeda dan
kemampuan yang berbeda pula.
2.5 Kelemahan Client Server
Selain
memiliki kelemahan, penggunaan client server juga tentunya memiliki kelemahan.
Berikut adalah kelemahan-kelemahan tersebut :
1.
Traffic congestion on the network,
jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan
overload.
2.
Berbeda dengan P2P network, dimana
bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal
dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
3.
Pada client-server, ada kemungkinan
server fail.
4.
Pada P2P networks, resources
biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat
meresponse request.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Usulan Pola Implementasi Client
Server
Untuk
menerapkan aplikasi Client/Server dilingkungan suatu organisasi perlu
dipertimbangkan beberapa syarat dasar yang akan menjadi landasan operasi
Client/Server tersebut. Persyaratan tersebut pada dasarnya dapat dikelompokan
dalam hal sebagai berikut :
·
Rancangan dasar struktur
Client/Server
·
Sarana penunjang yang dibutuhkan
·
Strategi pengembangan aplikasi
·
Sumber daya manusia, dan juga
·
Dukungan dari pihak eksekutif
perusahaan.
3.2 Struktur Client Server
Pada
prinsipnya untuk mengimplementasikan aplikasi Client/Server perlu didefinisikan
perangkat keras apa yang akan digunakan sebagai ‘Master Server’ atau Server
Utama dari semua Server yang akan dipakai. Server tersebut akan menjadi Server
utama dalam manajemen arsitektur Client/Server secara keseluruhan. Tapi dalam
konteks yang lebih kecil, mungkin Server ini dapat juga berfungsi sebagai
Client bagi Server lainnya.
Karena
sifatnya sebagai pengelola jaringan Client/Server, diperlukan kriteria sebagai
berikut dalam mempertimbangkan kebutuhan ‘Master Server’ :
·
Non Dedicated
Non Dedicated adalah Server tidak diperuntukan hanya untuk satu fungsi
tertentu, seperti menjadi ‘Data Server’ atau ‘File Server’ saja. Tapi juga
untuk ‘Network management’, administrasi seperti pelaporan, dst. Contoh ‘Non
Dedicated’ adalah Server yang menggunakan sistem operasi yang ‘Multi Tasking’
atau bahkan ‘Multi Threading’, seperti OS/2, Windows NT, Unix, OS/400 dan
lainnya. Sedang contoh ‘Dedicated’ adalah Netware versi 3 keatas, yang dipasang
dengan karakteristik DOS. Dimana hanya bisa berfungsi sebagai Server tapi tidak
dapat berfungsi sebagai Client, atau fungsi-fungsinya.
·
Kapasitas Besar
Kapasitas
perangkat keras secara keseluruhan dari arsitektur mesin, memori, tempat
penyimpanan, prosesor dan juga media pembantu lainnya yang lebih lengkap,
seperti CD-ROM, Optikal Disk, Tape dan lainnya.
·
Lokasi di Kantor Pusat
Karena fungsinya sebagai pengelola, dimana berfungsi juga untuk
mengintegrasikan data, dan menyimpan rangkuman data perusahaan, biasanya Server
Utama ini berlokasi di kantor pusat perusahaan yang umumnya memiliki sarana
penunjang yang lebih baik, seperti telekomunikasi, listrik, ‘Cabling’, dan juga
sumber daya manusia yang ada.
Hal
ini sebenarnya cocok dengan model Client/Server Remote Data ke
atas, dimana proses sehari-hari dan juga sebagian dari data akan menjadi
tanggung jawab Client, sedang sebagian data yang diperlukan sebagai konsolidasi
dan sifatnya ‘sharing’ dengan proses lainnya akan diletakan di Mainframe
sebagai Server utama. Dari hal tsb di atas,
ada
beberapa keuntungan :
· Server Utama dapat berfungsi sebagai penyedia informasi bagi
sistem informasi eksekutif, dimana untuk data rangkuman akan ditempatkan di
Server Utama, sedang analisis dan observasi lanjut dapat pergi ke lokasi
komputer Client sesuai dengan bidang informasi yang dibutuhkan. Sebagai contoh
aplikasi sumber daya manusia, biodata pegawai akan berada di Server Utama,
dimana menyimpan informasi yang baku, sedang sejarah informasi, seperti sejarah
jabatan, kepangkatan akan didapat pada komputer Client.
· Pemakai akhir akan dapat memproses lebih cepat dan
independen. Hal ini dimungkinkan karena pemakai akhir akan memiliki sebuah
komputer yang lebih kecil, apakah itu Mini atau PC, yang memiliki kemampuan
proses sendiri. Hal ini mengurangi ketergantungan dari komputer pusat dan juga
prosesor dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.
· Integrasi data yang lebih terpadu, dimana semua unit kerja
berbagi informasi yang sama, tanpa harus memilikinya dilokasi sendiri.
· Mudah dikembangkan menjadi model Client/Server yang lebih
maju, yaitu ‘Distributed Data’.
3.3 Sarana Penunjang
Sebelumnya
telah disinggung secara langsung mengenai sarana penunjang Server Utama. Tapi
hal yang harus diperhatikan adalah sarana komunikasi data, yaitu :
· Menentukan protokol komunikasi apa yang akan menjadi
standar,
· Menyediakan sarana jaringan komunikasi data disetiap
komputer, khususnya Server Utama, baik perangkat lunak dan perangkat kerasnya,
· Menyediakan saluran telekomunikasi, seperti saluran telepon,
Radio Link, Satelit antara setiap jaringan komputer,
· Membentuk ‘Network Management System’ di Server
Utama, dimana dapat memantau seluruh jaringan Client/Server melalui Server
Utama.
3.4 Strategi Pengembangan Aplikasi
Untuk
menunjang aplikasi Client/Server harus digunakan perangkat lunak yang memang
dirancang dengan menggunakan pola Client/Server. Pada dasarnya pembentukan
aplikasi ini ditentukan oleh implementasi ‘Relational Database Management
System (RDBMS)’. Hal ini dilakukan dengan jalan memanfaatkan kemampuan RDBMS
dalam melakukan pendistribusian data secara transparan (Distributed Data) antar
Database kepada pemakai akhir. Dengan fungsi ‘Distributed Data’ ini, pemakai
tidak perlu tahu lokasi dari data yang akan digunakannya secara fisik, selama
ia memiliki otorisasi akses ke suatu data, tanpa perlu tahu data itu di
komputer mana, fungsi RDBMS akan mencarikan lokasi data tersebut
untuknya. Hal ini juga transparan ke aplikasi. Sehingga RDBMS sangat menunjang
dalam membuat aplikasi Client/ Server.
3.5 Sumber Daya Manusia
Untuk
mengembangkan aplikasi Client/Server, diperlukan bukan hanya kemampuan teknis
komputerisasi semata. Tapi perlu dikembangkan wawasan berpikir untuk dapat
mencakup pola kerja Client/Server, dimana dibutuhkan integrasi, sinkronisasi
dan perencanaan yang matang secara keseluruhan. Disamping itu perlu pula
dikembangkan kemampuan perorangan di bidang aplikasi dan jaringan, yang mana
sangat kritikal dalam implementasi aplikasi Client/Server, dengan cara memberi
pendidikan dan juga ‘magang’.
Untuk
mendapatkan pengalaman yang dibutuhkan, dapat dipertimbangkan suatu bentuk
kerja sama dengan pihak luar yang lebih berpengalaman. Sebagai contoh, dapat
dipilih salah satu aplikasi yang akan dikonversikan menjadi aplikasi
Client/Server, dan dalam proses pengerjaannya melibatkan pihak luar sebagai
konsultan teknis, yang mana akan memberi pengalaman implementasi bagi tenaga
ahli dilingkungan perusahaan.
3.6 Dukungan Eksekutif
Menerapkan
aplikasi Client/Server dilingkungan perusahaaan, diproyeksikan akan memberikan
dampak positif bagi penggunaan teknologi informasi di jajaran eksekutif
perusahaan, seperti lebih mudahnya membuat sistem informasi untuk eksekutif.
Tapi disisi lain diperlukan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya. Oleh
sebab itu perlu dipikirkan program kerja khusus yang berhubungan dengan
aktifitas eksekutif, yang bertujuan untuk membangun minat eksekutif dalam
mendukung program Client/Server ini, seperti :
·
Pembentuk prototipe aplikasi Sistem
Informasi Eksekutif,
·
Memberikan laporan kemajuan
perusahaan yang dihasilkan oleh teknologi informasi,
·
Melakukan kunjungan kerja studi
banding dibidang teknologi informasi bagi para eksekutif, dll.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Menerapkan
aplikasi Client/Server dilingkungan perusahaaan, diproyeksikan akan memberikan
dampak positif bagi penggunaan teknologi informasi di jajaran eksekutif
perusahaan, seperti lebih mudahnya membuat sistem informasi untuk eksekutif.
Tapi disisi lain diperlukan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya.
Untuk mendapatkan pengalaman yang dibutuhkan, dapat dipertimbangkan suatu bentuk
kerja sama dengan pihak luar yang lebih berpengalaman. Sebagai contoh, dapat
dipilih salah satu aplikasi yang akan dikonversikan menjadi aplikasi
Client/Server, dan dalam proses pengerjaannya melibatkan pihak luar sebagai
konsultan teknis, yang mana akan memberi pengalaman implementasi bagi tenaga
ahli dilingkungan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
- www.webopedia.com/TERM/M/middleware.html
- Mahmoud H., Qusay , Distributed Programming With Java, Manning, 2000.
- Somantri, Maman, Pemrograman Lintas Bahasa Pemrograman dalam Arsitektur CORBA, Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi, STTNAS Yogyakarta, Juni 2005.
- Somantri Maman. Konsep pemograman Jaringan dengan memanfaatkan jaringan Middleware ORB
- http://patrisachi.blogspot.com/2012/01/konsep-pemrograman-jaringan-dengan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar